Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Main-main dengan New Normal Karena Menyangkut Nyawa Rakyat

Jangan Main-main dengan New Normal Karena Menyangkut Nyawa Rakyat
[BERITA ISLAM] 
Presiden Joko Widodo berencana akan menerapkan tatanan kehidupan normal baru atau yang disebut dengan New Normal dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

Presiden Joko Widodo bersiap menerapkan new normal sebagai jalan tengah membangkitkan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi corona.

Berkaitan dengan New Normal yang bakal diterapkan pemerintah, politikus Gerindra Kamrussamad angkat bicara. Menurutnya, pemerintah jangan main-main dengan New Normal. 

"Menyangkut penanganan COVID-19, pemerintah jangan main-main karena menyangkut nyawa rakyat. Kapan waktunya (new normal), harus tepat dan berbasiskan data ilmiah. Selain itu, terapkan sistem zonasi," kata Kamrussamad, Jumat (29/5/2020).

Anggota DPR Komisi XI ini mengatakan, penanganan pandemi COVID-19 di tanah air, berbeda jauh dengan berbagai negara.

"Katakanlah penduduk Indonesia itu 270 juta jiwa. Berapa banyak yang sudah tes PCR? Adakah 1% atau 2,7 juta jiwa? Saya kira belum. Apakah kita punya laboratorium COVID-19 yang memadai, rasanya juga belum. Nah, faktor inilah yang membuat Corona di Indonesia sulit diprediksi kapan berakhirnya. Sebaiknya hati-hati menentukan new normal," ujarnya.

Mengutip data WHO, kata Kamrussamad menjelaskan ada sejumlah syarat bagi suatu negera sebelum menentukan kondisi new normal. 

Yakni, pemerintah negara tersebut harus bisa membuktikan bahwa transmisi Virus Corona bisa dikendalikan. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan sistem kesehatan untuk menangani COVID-19 dipastikan betul-betul mumpuni.

"Resiko penyebaran di daerah yang memiliki kerentanan tinggi harus benar-benar bisa dikendalikan. Mampu mencegah impor virus, serta masyarakatnya sudah siap untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam transisi new normal. Itu semua syaratnya menurut WHO," ungkap Bang KS, panggilan akrab Kamrussamad.

Kamrussamad kembali mengingatkan, status new normal hanya layak diberlakukan ketika kurva penyebaran COVID-19, berada stabil di angka terendah. 

"Ini jangan main-main. Kalau salah sedikit saja, kurva Covid-19 bisa berbentuk W atau V," imbuhnya.

Posting Komentar untuk "Jangan Main-main dengan New Normal Karena Menyangkut Nyawa Rakyat"