Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertuni Jadi Korban Hoax Pilpres 2019

Pertuni Jadi Korban Hoax Pilpres 2019
Beberapa hari terakhir beredar pesan berantai yang mengatasnamakan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). Pesan tersebut memberikan komentar atas “template surat suara” atau alat bantu coblos untuk tunanetra yang akan digunakan pada pilpres 2019 17 April mendatang.

Melalui pesan ini, Pertuni yang diwakili Aria Indrawati, Ketua Umum Pertuni menyampaikan bahwa, Pertuni tidak pernah mengeluarkan statement apa pun terkait template surat suara untuk pilpres 2019.

“Dengan demikian, pesan yang beredar yang mengatasnamakan Pertuni tersebut adalah “HOAKS”,” demikian keterangan Aria melalui akun Facebook Pertuni, Kamis (14/3).

Sebagai organisasi, lanjut Aria, pada setiap gelaran pesta demokrasi, baik tingkat pusat maupun daerah, sikap Pertuni senantiasa netral.

“Bagi para sahabat yang menerima pesan ini, mohon dapat membantu menyebarkannya, sehingga “counter statement” ini juga sampai pada mereka yang telah menerima pesan HOAX tersebut,” kata Aria.

“Mari kita senantiasa menggunakan cara-cara yang baik untuk mencapai tujuan apa pun. Salam demokrasi,” kata Aria.

Adapun pesan hoax yang juga redaksi terima itu berbunyi sebagai berikut:

Info dari Pertuni

Ini masukan aja tadi dari Pertuni (persatuan tunanetra Indonesia) yg di Jkt ngecek surat suara yg braile ke KPU ternyata hampir 80% salah semua
Yg no. 1 hurufnya timbul sedangkan no 2 tdk teraba
Penyandang cacat kita kasihan, jumlahnya kisaran 5 jutaan (Viralkan agar cepet tertangani)

(*/ls)

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2550430494985645&id=100000561591070